Saterdag 31 Augustus 2013

Tenaga Kerja


Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.
Klasifikasi Tenaga Kerja
Berdasarkan penduduknya
  • Tenaga kerja
Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.
  • Bukan tenaga kerja
Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia, yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut usia) dan anak-anak.
Berdasarkan batas kerja
  • Angkatan kerja
Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.
  • Bukan angkatan kerja
Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contoh kelompok ini adalah:
  1. anak sekolah dan mahasiswa
  2. para ibu rumah tangga dan orang cacat, dan
  3. para pengangguran sukarela
Berdasarkan kualitasnya
  • Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter, guru, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja terlatih
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya
Masalah Ketenagakerjaan
Berikut ini beberapa masalah ketenagakerjaan di Indonesia.
  • Rendahnya kualitas tenaga kerja
Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan dengan melihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.
  • Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja
Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi.
  • Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.
Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.

Donderdag 28 Maart 2013

HARI KEDUA/TERAKHIR SOSIAL PROJEK


                Hari kedua sosial projek, kami langsung menuju kerumah teman saya. Dari situ kami jalan kaki menuju lokasi kejadian, loh? Haha lokasi dimana kita mau menhgajar anak-anak kecil mengaji.
                Anak-anak mulai berdatangan dan mengumpul dan akhirnya sosian projek kedua kita jalani. Bermacam-macam sifat, karakter, dan lain-lain bercampur. Tapi semuanya membuat saya merasa bahagia, melihat canda tawa mereka, keceriaan mereka sungguh dari hati mereka. Canda tawa mereka  seakan-akan tidak punya beban, emng gak punya ya. Itu semua terlarut menjadi satu.
                Kita mangajarkan tajwid pada hari itu. Berbagai macam-macam kecerdasan mereka. Walaupun begitu masih ada yang kurang bisa membaca iqro, atau bahkan bisa dibilang tidak bisa. Membaca bismillah hirohman nirohim saja kurang lancar. Masya allah, dalam hati saya berfikir ini orang tuanya gak ngajarin apa gimana sih? Astagfirullah
                Setelah kita semua mengajar, kita ajak anak – anak bermain. Wow deh ah.. semuanya imut-imut, cantik-cantik, ganteng-ganteng, dan lucu – lucu..
                Setelah bermain kita foto-foto dulu, hari terakhir.. hitung-hitung buat kenang-kenangan.. Di situ adda anak kecil yang bener-bener unyu..



LUCU BANGET KAN??? Hhahahaha
                Hari terakhir berakhir dengan cukup melelahkan.. Banyak sekali hikmah-hikmah yang bisa dipetik, ini adalah sebuah pengalaman saya. Memori mengajar anak – anak kecil mengaji.

HARI PERTAMA SOCIAL PROJEK


                Hari pertama Sosial Projek, sungguh sungguh hari yang awalnya... Awalnya ya, semangat. Tapi berakhir menyebalkan dan badmood, gak juga sih biasa aja ya. Tapi ada sedikit rasa kesal dan kecewa. Secara gitu loh, orang yang jelas-jelas tahu tempatnya udah berangkat duluan. Yasudahlah biarkan. Dan saya hanya tau lokasinya itu di kompas. Gak tahu lagi arah-arahnya kemana. Hanya di kasih tau di kompas saja.
                Saya sudah sampai di kompas dan saya bersama teman saya. Akhirnya teman saya menanyakan lokasi nya dimana. Teman saya sms tuan rumahnya. Setelah beberapa kali di sms akhirnya di balas. Lokasinya katanya di deket fuji film. Nah loh? Fuji film? Hallo.. Fuji film itukan banyak. Akhirnya kita masuk ke gang yang ada fuji filmnya satu persatu. Dan akhirnya kita menemukan nya. Akhirnya saya sudah nyampai di mesjid yang cukup besar ya, bisa dibilang begitu.
                Setelah itu kita coba hubungi teman kita lagi, saya udah dimesjid setelah itu kemana? Turun aja,lurus aja. Akhirnya kita lurus dan sudah mentok, kita tanya kalau udah dilapangan kemana lagi, lurus aja katanya. Helloooo.. Udah mentok mba.. Mau kemana lagi?
                Sabar, ok kita coba sms teman saya lagi dan juga kita coba telfon. Kita ada dipos jaga habis ke pos jaga kemana lagi? Pos jaga mana ya? Nah loh? Massa tuan rumahnya gak tau sih pos jaga? Masya allah. Untuk sekian lama kita muter-muter dan kita tanya sini situ dan akhirnya gak ada yang tahu.
                Kita coba hubungi lagi dan sangat sulit untuk mendapatkan informasi. Kita mau mencari-cari lagi dimana lokasinya. Tiba –tiba hujan turun dan akhirnya kita memutuskan mencari tempat teduh, kita kembali ke mesjid. Menunggu hujan reda. Kita mendapatkan sms dari dia, kalian dimana? Di mesjid. Kalian nanti ke pos jaga aja nanti kita jemput. Nah loh? Tadi nanya pos jaga dimana? Koq sekarang malah nyuruh ke pos jaga. Masya allah.
                Setelagh bermenit atau berjam-jam ya? Kita muter-muter dan kehujanan. Kita coba ke pos jaga. Masya allah ternyata tadi kita berhenti sekian lamanya itu didepan situ rumahnya dia? Dan gak jauh dari situ lokasinya. Ternyata lokasinya benar-benar terpencil jadi susah untuk menemukannya.
                Akhirnya hari pertama sosial projek pun kami tidak ikut........!
Ya sudahlah..... Sekian, terimakasih, dan wassalam

Donderdag 07 Maart 2013

Essay, pendapatan nasional


  1. Untuk apa ya pendapatan nasional harus dihitung ?
  2. Bagaimanakah pendapatan perkapita Indonesia ? Coba cari data di internet dan beri penjelasan tentang pendapatmu!
  3. Carilah perbandingan perndapatan perkapita negara-negara di ASEAN (Jangan lupa cantumkan sumbernya), lalu berikan analisanya !
  4. Jelaskan hubungan pendapatan nasional, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita.
Jawab
1.      Pendapatan Nasional perlu dihitung untuk mengetahui kemajuan ekonomi dalam suatu negara dalam mencapai kemakmuran.
2.      JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan data produk domestik bruto (PDB) pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2012 mencapai Rp33,3 juta atau USD3.562,6 per tahun. Angka ini mencatatkan kenaikan ketimbang 2011.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, pendapatan masyarakat meningkat 9,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp30,4 juta atau USD3.498,2 per tahun. Diperkirakan masyarakat Indonesia memperoleh pendapatan per bulan sebesar Rp2,775 juta atau setara Rp92.500 per hari.

Sudah membaik, indonesia mengalami penaikkan. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya menang dari Filipina dan Vietnam. Pendapatan per kapita Filipina dan Vietnam masing-masing hanya US$3.478 dan US$2.805.

Namun, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, pendapatan nasional bruto Indonesia jauh tertinggal.
Singapura menempati posisi utama, disebeb kan oleh penduduk yang rendah dan juga pendapatan nasionalnya tinggi. Sedangkan Indonesia menempati posisi 5, dikarenakan jumlah penduduk yang tinggi dan pendapatan yang rendah.
4.      Hubungan pendapatan Nasional, jumlah penduduk dan pendapatan perkapita :
ü  Jika pendapatan nasional suatu negara rendah, sedangkan jumlah penduduk tinggi, maka pendapatan perkapita rendah.
ü  Jika pendapatan nasional suatu negara tinggi, sedangkan jumlah penduduk sedikit, maka pendapata perkapita tinggi.
ü  Jika pendapatan nasional dan jumlah penduduk suatu negara ttinggi, maka pendapatan nasionalnya mungkin akan rendah.
ü  Jika pendapatan nasional dan jumlah penduduk suatu negara rendah, maka pendapatan nasionalnya mungkin akan tinggi.
   Tinggi rendahnya suatu Pendapatan Perkapita dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan Pendapatan Nasional.